Monday, 25 September 2017 - Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu libur
Home » Testimoni
  1. Dra. Dwiastuti

    CNI Sun Chlorella Meningkatkan Derajat Kesehatan Saya

    Saya sudah terbelit masalah kesehatan sejak masih lajang. Bahkan saya sering dijuluki “apotek berjalan” oleh teman-teman di kantor melihat saya yang tiap hari harus minum obat dari dokter untuk mengatasi masalah kesehatan mengalami penyempitan pembuluh darah jantung sudah hingga 50%. Selain itu saya juga masalah gula yang tidak pernah di bawah 400.Tekanan darah tidak pernah di bawah 180. Dua minggu sekali harus ke dokter, tentu diperlukan biaya berobat yang tak sedikit. Satu obat bisa mencapai 250 ribu per butir.

    Semua masalah kesehatan itu diketahui ketika saya harus menjalani operasi pengangkatan kista. Kondisi fisik memang saya rasakan menurun drastis. Untuk menelepon saja, saya merasa ngos-ngosan. Inilah akibat dari pola hidup yang tidak sehat yang saya jalani sejak muda. Saya suka sekali makan daging kambing, dan biasanya tanpa makan nasi. Buah yang saya sukai pun duren. Saya juga seorang perokok. Dalam semalam saya bisa menghabiskan 2 bungkus rokok kretek.

    Tak ada jalan lain, selain mengikuti nasihat dari dokter. Saya juga berniat mencoba suplemen yang bisa mendukung pengobatan. Saya pun harus menjalani pola makan yang diatur sedemikian ketat. Ada teman yang juga mitra CNI merasa prihatin melihat kondisi saya menganjurkan untuk mencoba Sun Chlorella A. Saya pun mencobanya, dengan dosis 10 tablet, 3x sehari, yang saya konsumsi berdamnpingan dengan obat-obat dari dokter. Dalam waktu sebulan, saya sudah merasakan perbaikan.

    Melihat kondisi saya membaik, kakak saya bergabung juga dengan CNI karena membutuhkan produk CNI untuk membantu mengatasi masalah kesehatannya. Selain terus mengonsumsi Sun Chlorella, belakangan saya coba Ester-C Plus dan Omega-3 + Ester E dengan dosis 1 tablet sehari.
    Saat ini kesehatan saya semakin membaik. Sejak memadukan konsumsi Sun Chlorella dengan teknik meditasi, saya hentikan minum obat-obatan dari dokter. Jadwal ke dokter kini hanya perlu 3 bulan sekali untuk control.

  2. Cherry Lumban Tobing, Jakarta

    Kisah Nyata Penderita Jantung Koroner

    Jauh sebelum mengenal produk-produk dari CNI saya adalah seorang penderita jantung koroner dengan 6 penyumbatan di pembuluh jantung yang kondisinya sudah mencapai 95%. Itu terjadi pada tahun 1997 s.d. 1998. Dalam kurun waktu setahun itu, saya menjalani rawat inap di 14 RS di Jakarta, hingga akhirnya saya harus menjalani operasi jantung di RS Harapan Kita Jakarta pada bulan Mei 1998.

    Tetapi, bukannya kesehatan saya membaik, setelah operasi kondisi saya justru semakin menurun, walaupun setiap hari mengonsumsi obat dari dokter. Rambut saya rontok, saya juga mengalami masalah kesehatan lain, seperti mag, tekanan darah tidak stabil, lever, hingga wasir. Saya pun kembali harus menjalani rawat inap di RS, masuk ruang ICU untuk beberapa hari bahkan kadang harus sampai lebih dari satu minggu, dan menyita biaya yang cukup besar.

    Bulan Oktober 2002, datang adik kandung istri, Ibu Kantiwati, yang menganjurkan mencoba produk-produk makanan kesehatan dari CNI Organik, Wakasa Gold, Sun Chlorella, Ester-C Plus, Narish, dan DMG. Istri dengan kesabaran tinggi memberikan suplemen kesehatan secara rutin, bagaikan layaknya seorang perawat, sembari memberi meyakinkan kepada saya tentang khasiat produk-produk CNI tersebut. Saya mulai yakin, setelah selang beberapa bulan, banyak perubahan pada kesehatan saya.

    Sampai saat ini saya masih mengonsumsi makanan kesehatan tersebut, dengan tambahannya Ericoma dan Libilon yang menjadikan kesehatan saya semakin prima. Alhamdulillah, saya pun sudah tidak lagi menjadi langganan dokter atau RS. Di usia yang sudah mencapai 60 tahun, saya masih diberikan kekuatan, bahkan kini sudah berani mengendarai mobil sampai jauh ke luar kota Ciamis-Pangandaran-Semarang.

  3. Septina Dwiputranti F., Blitar

    Optimis Dengan Tulang yang Kuat

    Awalnya saya merasa yakin dengan kesehatan tulang saya. Di usia 37 tahun, tidak mungkin saya terserang osteoporosis. Apalagi saya tidak pernah merasakan keluhan apa pun pada tulang. Di benak saya, osteoporosis pastilah diderita oleh orang lanjut usia (di atas 40 tahun). Setelah mengikuti seminar kesehatan tentang Osteoporosis dan Marine Organic Calcium (MOC), saya pun tersadar.

    Osteoporosis ternyata dapat menyerang segala usia dan tiada gejala apa pun di awalnya sehingga disebut juga the silence disease. Saya menjadi buktinya! Ketika pemeriksaan kepadatan tulang dengan bone densitometer, ternyata skor kepadatan tulang saya –2,4.

    Itu berarti saya sudah terkena osteopenia (gejala awal osteoporosis). Mengetahui keadaan tersebut, saya mengonsumsi CNI Sun Chlorella 3×2, Ester-C Plus 2×2, dan MOC 2×2 tablet/ hari secara rutin. Luar biasa! Pada pemeriksaan berikutnya kondisi kepadatan tulang saya menunjukkan peningkatan.

    Sebulan setelah pemeriksaan pertama, skor kepadatan tulang saya –1,8 dan sebulan kemudian skornya –1,1. Kini saya lebih optimis akan melewati hidup dengan tulang yang kuat.

  4. Sakimin, Wonogiri

    Tanah Tandus pun Sekarang Menghasilkan Panenan Melimpah

    Wonogiri adalah wilayah yang tandus dan sering di bilang Wonogiri hanya cocok ditanami singkong (waktu musim kemarau). Karenanya, Wonogiri dikenal dengan kota gaplek dan nasi tiwulnya (produk olahan singkong). Tapi ada cerita yang menarik tentang petani bawang dari Wonogiri. Setelah ada seminar Plant Catalyst 2006, petani Wonogiri mencoba budidaya bawang merah, dan ternyata hasilnya luar biasa!

    Dari lahan seluas 1500m2, hasil panan sebelumnya hanya 650 kg, tapi dengan aplikasi Plant Catalyst 2006, bawang merah yang dipanen mencapai 1050 kg. Aplikasi Plant Catalyst 2006 disemprotkan saat umur 15, 30 (bersamaan dengan pupuk utama), 45 dan 65 hari dengan Tanah Tandus pun Sekarang Menghasilkan Panenan Melimpah

    Wonogiri adalah wilayah yang tandus dan sering di bilang Wonogiri hanya cocok ditanami singkong (waktu musim kemarau). Karenanya, Wonogiri dikenal dengan kota gaplek dan nasi tiwulnya (produk olahan singkong). Tapi ada cerita yang menarik tentang petani bawang dari Wonogiri. Setelah ada seminar Plant Catalyst 2006, petani Wonogiri mencoba budidaya bawang merah, dan ternyata hasilnya luar biasa!

    Dari lahan seluas 1500m2, hasil panan sebelumnya hanya 650 kg, tapi dengan aplikasi Plant Catalyst 2006, bawang merah yang dipanen mencapai 1050 kg. Aplikasi Plant Catalyst 2006 disemprotkan saat umur 15, 30 (bersamaan dengan pupuk utama), 45 dan 65 hari dengan dosis 1 sendok makan peres/10 liter air.

    Biaya untuk penyediaan bibit, pupuk dan pengolahan sebesar Rp1.300.000. Sementara nilai penjualan bawang merah yang dipanennya adala sebagai berikut.
    A. Tanpa aplikasi Plant Catalyst 2006: hasil 650 kg, harga jual @5.000 = Rp3.250.000
    B. Dengan aplikasi Plant Catalyst 2006 : hasil 1.050 kg, harga jual @5.000 = Rp5.250.000
    Dengan demikian, terdapat keuntungan senilai Rp1.950.000

  5. Stevie Lengkong, Jakarta

    Phyto Lite Membantu Meningkatkan Derajat Kecerdasan Anak Kami Relatif Cepat

    Anak kedua kami, Kenneth Ray Vici (Ken), lahir pada 26 Oktober 2001. Tahun 2006, kami memasukkan Ken langsung ke TK B. Seharusnya, Ken harus 2 tahun di TK itu . Namun, setelah perpisahan TK Juni 2007 lalu, kami langsung daftarkan Ken ke Sekolah Dasar .

    Saat awal masuk sekolah SD, Ken sering menangis karena selalu ketinggalan dalam Membaca Cepat & Menulis Cepat. Nilai ulangannya pun banyak yang 5. kemungkingan ini efek terlalu dininya Ken masuk SD
    Akhirnya kami putuskan untuk ”minta bantuan” Phyto Lite guna mendukung perkembangan mentalnya, dengan biaya lebih terjangkau.

    Kami berikan Phyto Lite secara rutin mulai awal Agustus 2007, untuk Kenneth & Samuel, abangnya (10 tahun). Setelah 2 minggu minum Phyto Lite, Ken sudah tidak mengeluh & menangis di sekolah. Bahkan hasil tes MID SEMESTER tanggal 17-21 Sept 2007 yang lalu, semua nilainya 8-10 ! Luarbiasa! Phyto Lite menunjukkan keunggulannya! Kami terus memberikan Phyto Lite kepada Kenneth & Samuel untuk membantu pertumbuhan fisiknya.

    Terima kasih CNI, yang telah menyediakan produk Nutrisi yang sangat berkualitas & tidak ada bandingnya! Semoga cerita anak kami ini bisa bermanfaat dan menginspirasi banyak orang untuk mengoptimalkan perkembangan buah hatinya.

  6. Sri Retno Pudjihastuti, Jakarta

    Berkat Nutrimoist Wajahku Kembali Mulus

    Saya mengalami kejadian yang tidak mungkin terlupakan ketika saya terlempar dari bajaj dan jatuh tengkurap di aspal, akibat ulah penjambret bermotor yang berusaha merebut tas saya. Akibatnya wajah saya penuh dengan luka-luka, selain akibat benturan dengan aspal luka itupun terjadi karena kaca mata yang saya kenakan patah dan menancap di pipi kanan, akhirnya akibat kecelakaan itu wajah saya dijahit, dahi kiri dan bibir sobek, total jahitan seluruhnya ada 20 jahitan.
    Untuk pemulihan luka selain mengonsumsi produk health food CNI sayapun rajin mengoleskan nutrimoist 2 kali sehari untuk menghilangkan luka bekas jahitan, dan proses penyembuhannyapun lebih cepat. Alhamdulillah, kini wajah saya kembali mulus tanpa ada bekas sedikitpun. Saya sangat berterima kasih karena telah mengenal produk-produk CNI.

  7. Ny Upik Muh Amin, Jakarta

    Rambut Tetap Segar

    Kewajiban memakai jilbab bagi umat muslim, akan semakin nyaman jika menggunakan produk shampoo dari CNI untuk perawatan rambut, sebagaimana kesaksian Ny. Upik Muh Amin dari Jakarta. “sebagai pemakai jilbab, masalah yang sering saya alami adalah rambut berketombe, rontok, dan berbau tidak sedap. Alhamdulillah, setelah ada RJ Shampoo Antidandruff dan RJ Hair Conditioner, rambut saya bebas ketombe, tidak rontok dan rambut tetap wangi sepanjang hari.
    Terimakasih CNI untuk produkmu yang berkualitas” kata Ny. Upik bersemangat.

  8. Asep Aziis, Desain Grafis, Jakarta

    CNI Ginseng Coffee teman begadang yang penuh manfaat

    Kira-kira tahun 2003-an, waktu main ke rumah teman saya disuguhi kopi ginseng CNI. Ternyata rasanya mantap banget! Sejak itu, saya tahunya kopi ginseng itu pasti punyanya CNI. Walaupun sekarang sering melihat iklan kopi ginseng merek lain, tetap yang saya ingat kopi ginseng CNI.

    Untuk profesi seperti saya yang terkadang dituntut ber-gadang karena dikejar deadline, saya butuh kopi yang bukan saja nikmat tapi juga punya khasiat lebih untuk tubuh. Kebetulan saya tidak suka kopi hitam, biasanya saya memilih kopi mix untuk mengusir kantuk.

    Sejak kenal CNI Ginseng Coffee, ya hanya kopi itu yang dipilih buat teman begadang saya. Selain wangi dan rasanya yang mantap, saya sangat terbantu dengan kandungan ginsengnya. Tubuh terasa lebih segar dan hangat sehingga tidak mudah masuk angin. Pekerjaan pun bebas gangguan.

  9. Narunda Mahridianto, 38 tahun – Surabaya

    Narunda sudah mengidap penyakit psoriasis tipe guttate sejak tahun 1999. Berbagai macam obat untuk alergi sudah dikonsumsi baik obat suntik maupun oral. Sampai sabun mandi yang mahal dan juga impor, namun tidak ada perubahan yang signifikan. Kemudian dia mulai dikenalkan untuk mengonsumsi produk terbaru CNI, Well 3 ROYALZIM.

    Awalnya, ia mengonsumsi 2 sachets sehari selama 2 minggu. Setelah 2 minggu selanjutnya, ia melanjutkan konsumsi sampai dengan 4 sachets sehari, hasilnya adalah perubahan dratis terjadi pada seluruh bercak merah ditubuhnya. Kemudian seluruh kulit dari mulai kepala, wajah, badan. tangan dan kaki yang terkena psoriasis langsung memudar. Luar biasa Well 3 ROYALZIM!

  10. Iche Indrawati, 41 tahun -Jakarta.

    Iche telah mengonsumsi Well 3 Royalzim selama 3 bulan. Iche mendapatkan haid dalam kurun waktu 2 tahun sekali karena ia mengikuti KB suntik. Selama mengonsumsi Well 3 Royalzim, haid jadi lancar, lalu yang semula banyak flek di wajah pun menjadi menjadi jauh lebih bersih, selain itu kebugaran tubuhnya juga lebih energi dan optimal. Setelah mengonsumsi Well 3 Royalzim aura cerah juga menyelimuti sekujur wajah ibu rumah tangga ini lebih cantik.

  11. Tri Winarni Blitar

    Sun Chlorella Meyembuhkan luka

    Saat anak saya lagi membersihkan saluran got yang kotor dan membuat air menjadi mampet. waktu membersihkannya kaki tidak sengaja menginjak pecahan botol kaca sehingga telapak kaki luka keluar darah. untuk pertolongan pertama luka dibersihkan dengan kemudian diberi Betadin. setelah dibersihkan diolesi dengan Betadin saya ambil beberapa tablet Sun Chlorella di gerus hingga lembut seperti tepung. Kemudian ditempelkan di tempat yang luka terus ditutup dengan Tensoplas. Kemudian diganti setiap hari. ternyata setelah 3 hari berikutnya luka robek menyatu. berkat San Chlorella luka cepat sembuh. Sun Chlorella luar biasa..

Tinggalkan testimoni Anda untuk Kami...




*Harga Hubungi Kami
Stock : Tersedia

Rp 3.150.000
Stock : Tersedia

Harga Bervariasi
Stock : Tersedia

Harga Bervariasi
Stock : Tersedia
Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
  • Tri Winarni Blitar
    Sun Chlorella Meyembuhkan luka Saat anak saya lagi membersihkan saluran got yang kotor dan »
  • Iche Indrawati, 41 tahun -Jakarta.
    Iche telah mengonsumsi Well 3 Royalzim selama 3 bulan. Iche mendapatkan haid dalam kurun wa »
  • Narunda Mahridianto, 38 tahun - Surabaya
    Narunda sudah mengidap penyakit psoriasis tipe guttate sejak tahun 1999. Berbagai macam obat untuk al »
  • Asep Aziis, Desain Grafis, Jakarta
    CNI Ginseng Coffee teman begadang yang penuh manfaat Kira-kira tahun 2003-an, waktu main »
  • Ny Upik Muh Amin, Jakarta
    Rambut Tetap Segar Kewajiban memakai jilbab bagi umat muslim, akan semakin nyaman jika me »
* klik gambar produk

Jangan lihat Video

Backlink Gratis

Instagram

Banner ID 160x600 Dropship Engine 160x600 Banner 160x600 pxl

You might also likeclose
Hotline : 021-8852868 SMS Center : 081287523856 BB Messenger : 53BC43E7 boicemerlang@gmail.com